Posts

Showing posts from April, 2020

Pentigraf by Ekarizkya

Dilanda Rindu Semakin hari kerinduan begitu memekik, berharap segera temu sebab benar adanya rindu itu berat bagi yang tidak siap. Sudah hampir tengah malam, mereka seperti tak ingin mengakhiri percakapannya lewat panggilan video disalah satu aplikasi chatting . Saling berucap rindu dan menghitung hari tanpa temu sejak terakhir mereka menghabiskan waktu disebuah cafe minimalis bertingkat yang dibangun di daerah dataran tinggi, sehingga ketika malam tiba pemandangan lampu terang begitu memanjakan sepasang itu. "Sayang, tidak terasa ya, hampir tiga bulan kita berhubungan tapi dengan jarak berjauhan," ujar perempuan itu sambil melirikkan bola matanya ke atas langit-langit kamar, seolah sedang memaksa air mata untuk tertahan. Seorang yang dipanggil sayang itu, lantas membalasnya dengan tenang dan memberi pengertian supaya tak menjadi persoalan besar untuk hubungan mereka.  Sebagai sepasang yang terpaksa berjarak, sebab sang perempuan di tempat tinggalnya, sedang sang la...

Pernah Bersama By Eka Rizky.a (Goresan-Goresan dalam Satu Nama)

Tapi, Bercanda. Aku serius, sayang! Kalimat itu, menjadikan hati bertanya. Dia tidak sedang bercanda, kan? Aku merasa yakin, sampai tibanya waktu mengatakan. Kehilangan dia, itu yang kamu dapatkan! ---------------------- Memulai dan Mengakhiri Memulai memang sulit. Tapi, jika sudah dimulai, bahagia adalah hal yang pasti. Mengakhiri memang mudah. Tapi, jika sudah berakhir, air mata, pastilah mengalir. Memulai itu karena pilihan. Sedangkan mengakhiri, karena alasan. -------------------- Sebuah Jawaban Aku hanya ingin tau sebuah jawaban. Mengapa kamu perlahan meninggalkan tanpa alasan? Cukup sederhana, kan? Coba kamu beri jawaban. ---------------------- Sebatas Tempat Berteduh Kau jadikan aku sebatas tempat berteduh, yang dipilih untuk sekadar singgah ketika hujan tiba dan ditinggalkan ketika hujan reda.  Bersamaku kau merasa aman, kemudian kau pergi meneruskan perjalanan...