Pernah Bersama By Eka Rizky.a (Goresan-Goresan dalam Satu Nama)
Tapi, Bercanda.
Aku serius, sayang!
Kalimat itu, menjadikan hati bertanya.
Dia tidak sedang bercanda, kan?
Aku merasa yakin,
sampai tibanya waktu mengatakan.
Kehilangan dia, itu yang kamu dapatkan!
----------------------
Memulai dan Mengakhiri
Memulai memang sulit.
Tapi, jika sudah dimulai,
bahagia adalah hal yang pasti.
Mengakhiri memang mudah.
Tapi, jika sudah berakhir,
air mata, pastilah mengalir.
Memulai itu karena pilihan.
Sedangkan mengakhiri, karena alasan.
--------------------
Sebuah Jawaban
Sebuah Jawaban
Aku hanya ingin tau sebuah jawaban.
Mengapa kamu perlahan meninggalkan tanpa alasan?
Cukup sederhana, kan?
Coba kamu beri jawaban.
----------------------
Sebatas Tempat Berteduh
Kau jadikan aku sebatas tempat berteduh, yang dipilih untuk sekadar singgah ketika hujan tiba dan ditinggalkan ketika hujan reda.
Bersamaku kau merasa aman, kemudian kau pergi meneruskan perjalanan.
Aku berakhir kecewa dan kau bahagia dengan yang lainnya.
----------------------
Ternyata Aku Salah
Ternyata aku salah,
aku terlalu percaya sampai melupa, lupa bahwa manusia tidak ada yang sempurna.
Bisa jadi, dia sedang berpura-pura, pura-pura menjadikan aku pilihan hidupnya, padahal dia sedang merencanakan masa depan bersama seorang yang lainnya.
----------------------
Ternyata Bukan Kamu
Kamu datang, membuat aku simpati. Berdandan menyerupai sifat lelaki yang aku cari. Sampai aku yakin bahwa kamu pilihan yg tepat. Tapi sayang, semakin hari begitu merenggang tali yang kamu yakinkan untukku mengikat erat.
Aku sadar, mungkin kamu sudah menemukan dia yang tepat. Hingga aku tidak lagi ingin kau dapat. Ternyata bukan kamu, jodohku.
----------------------
Ingin Rasanya Aku
Ingin rasanya aku,
diam tanpa ada bayangmu,
berpikir tanpa terngiang janji-janjimu.
Ingin rasanya aku,
mengambili air mata yang jatuh karenamu,
sebab tak sudi jika menangisku bagian dari rencanamu.
Ingin rasanya aku, menghapus stigma yang berlaku,
perihal melupakan, nyatanya bisa semudah itu.
----------------------
Pernah Bersama
Kita pernah bersama dalam satu ikatan.
Sampai berencana akan berakhir di pelaminan.
Tidak salah, karena suatu hubungan itu pasti bertujuan.
Kita sangat yakin.
Meskipun ada penghalang, hubungan akan terus bertahan.
Tapi kita tidak sadar bahwa ada godaan besar, yaitu rasa bosan.
Sampai salah satu dari kita mementingkan keegoisan.
Hingga hubungan tidak dapat lagi terselamatkan.
Pada akhirnya, kita hanya dapat sama-sama memetik pesan.
Meskipun pernah menjadi tokoh utama dalam cerita yang sama.
Belum tentu kembali terlibat dalam satu judul cerita baru selanjutnya.
----------------------
Tidak Salah
Hubungan kita tidak salah.
Hanya saja, kita memang harus mengalah.
Karena takdir, mengharuskan kita untuk berpisah.
Kita memang memiliki tujuan yang sama.
Tapi, untuk mencapainya, kita tidak harus dengan bersama-sama.
----------------------
Perihal Sia-Sia
Tidak ada yang ingin waktunya menjadi sia-sia.
Apalagi sia-sianya karena persoalan cinta.
Itu hanya ekspektasi, karena pada kenyataannya,
kita pernah dibutakan oleh cinta.
Bukan hanya waktu, bahkan perasaan pun turut sia-sia,
demi cinta yang tak berujung di KUA.
@ekarizky.a
Comments
Post a Comment