Kebiasaan yang Menjadi Tradisi

Historia Menyambut Lebaran


Idul Fitri merupakan hari besar bagi orang-orang muslim yang diperingati setiap tahunnya. Hari yang dianggap sebagai puncak kemenangan setelah berhasil melewati puasa selama satu bulan lamanya. Sehingga, tak dapat dipungkiri bahwa setiap orang tak ingin melewatkan kesempatan tersebut dengan suatu hal yang biasa-biasa saja. 


Kebiasaan menyambut lebaran yang menjadi tradisi
Beberapa hari sebelum lebaran tiba, dilansir dari pemberitaan di televisi masyarakat berbondong-bondong memenuhi stasiun kereta api, terminal bis, maupun pelabuhan. Mereka memadati tempat-tempat tersebut tak lain untuk pulang kampung atau sering disebut sebagai mudik. Mudik tidak hanya dengan transportasi umum saja tetapi banyak yang menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor maupun mobil. 
Mudik telah menjadi kebiasaan tahunan bagi warga muslim terkhususnya yang tinggal jauh dari kampung halaman. Mereka pulang kampung untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan sanak saudaranya. Memanfaatkan dengan sebaik-baiknya moment kemenangan tersebut dengan penuh suka cita bersama orang-orang tercinta. Mudik tak hanya dilakukan oleh masyarakat muslim di Indonesia saja tetapi diluar negeri seperti Malasya, India, Mesir, Turki, Cina, Bangladesh juga melakukan mudik setiap tahun ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri.  
Kebiasaan masyarakat yang lain ketika menjelang lebaran yakni membeli baju lebaran. Pada akhir-akhir puasa ramadhan mereka lebih banyak meramaikan pusat perbelanjaan, bukan hanya untuk membeli jajan lebaran tetapi yang lebih diprioritaskan oleh mereka yaitu membeli baju lebaran. Mereka lebih banyak beranggapan bahwa baju baru merupakan kewajiban yang harus dikenakan pada hari raya. Hal tersebut menjadikan keberkahan bagi para pedagang. 
Ketupat dan opor ayam santapan yang selalu dihidangkan ketika lebaran. Ketupat dibuat dari anyaman janur yang kemudian diisi beras, dan dimasak dengan waktu yang tidak sebentar, jadi membutuhkan kesabaran sampai ketupat benar-benar masak. Adanya ketupat pasti dilengkapi dengan opor ayam untuk menambah kenikmatan saat menyantapnya. Hidangan tersebut umumnya hanya dibuat pada perayaan hari besar saja. Dapat dikatakan telah menjadi menu wajib ketika lebaran tiba. 
Kembang api tak hanya tersedia ketika tahun baru saja, pada saat menjelang lebaran pun masih banyak yang menjual kembang api. Peminat kembang api juga tak sedikit, mereka membeli dengan alasan untuk memeriahkan pada saat lebaran tiba. Bila telah datang malam lebaran mereka beramai-ramai membunyikan kembang api, seperti sedang berlomba-lomba tak ingin kalah dengan yang lain.   
Kebiasaan-kebiasan yang dilakukan masyarakat tersebut, kini berubah menjadi tradisi karena dilaksanakan turun temurun setiap tahun ketika menjelang lebaran.  

Dampak tradisi menyambut lebaran


Mudik bukan lagi menjadi suatu hal yang asing ditelinga, apalagi di Indonesia. Lebaran menjadi moment tepat bagi para perantau untuk pulang kampung kumpul bersama keluarga. Berbagai transportasi digunakan sebagai sarana menempuh perjalanan supaya sampai di kampung halaman. Akan tetapi, hal tersebut menjadikan akses jalan ke berbagai daerah mengalami kemacetan panjang karena banyaknya transportasi umum maupun pribadi yang memenuhi jalanan. Bukan hanya persoalan macet saja, tetapi kebiasaan mudik sering juga menimbulkan korban akibat kecelakaan bahkan, ada yang sampai meninggal diperjalanan, entah karena tidak kuatnya berjam-jam dalam kemacetan atau karena penyakit bawaan dari mereka sendiri.   

Membeli baju baru sebenarnya menjadi suatu hal yang lumrah karena memang kebutuhan yang harus dipenuhi. Tetapi, bagaimana bila sampai mengorbankan ibadahnya di bulan ramadhan hanya untuk memenuhi kebutuhan tersebut? Itu yang perlu dipertimbangkan. Menjelang lebaran lebih banyak orang yang memadati tempat perbelanjaan seperti pasar, mall maupun yang lain. Terkhususnya di tempat perbelajaan yang tak cukup luas seperti di pasar, bila mereka datang siang hari tak sedikit diantara mereka mengorbankan puasanya pada hari itu karena tidak sanggup berjalan desak-desakkan dengan banyak orang sehingga capek, gerah dan macam-macam alasan lainnya. Dan bila malam hari tak sedikit pula yang mengorbankan sholat tarawihnya, sehingga bisa terlihat jamaah masjid mengalami penurunan yang sangat bertolak belakang dengan ketika awal ramadhan yang sampai penuh sesak. Semua itu mereka korbankan demi membeli baju baru. Padahal baju baru ketika lebaran tak menjadi suatu keharusan akan tetapi, sebenarnya yang diperintahkan untuk dikenakan pada hari lebaran yakni pakaian yang bagus. Pakaian bagus itu bukan berarti harus baru, bisa juga pakaian terbaik dari yang telah dipunyai, yang terpenting bersih, rapi, menutup aurat, untuk menunjukkan kewibawaan umat muslim.

Membeli petasan bila dipikir lebih mendalam sama halnya dengan menghambur-hamburkan uang. Memang tak banyak manfaat yang didapat, hanya saja untuk sekadar menuruti kepuasan hati atau kesenangan mata sesaat saja. Uang beratus-ratus ribu untuk membeli petasan yang dapat dibunyikan sekali dan setelah itu tak dapat lagi, hanya akan menimbulkan banyak kerugian. Bukankah akan lebih baik bila uang tersebut dipergunakan untuk suatu hal yang bisa membawa manfaat untuk diri sendiri, seperti bersodaqoh, berinfak, membelikan makan berbuka untuk orang yang berpuasa atau yang lainnya. Apalagi di bulan ramadhan pasti akan dilipatgandakan setiap kebaikan yang dilakukan. 


Perlu diingat bahwa setiap tindakan yang dilakukan pasti ada dampaknya jadi, harus dipertimbangkan dengan matang supaya tidak menyesal dikemudian hari. Utamakan keselamatan dengan tidak menuruti hawa nafsu yang dapat membahayakan diri. 


Comments

Popular posts from this blog

cerita singkat

Cerita Film Soekarno

opini